Agar Foreplay Tak Membosankan, Pasutri Bisa Coba 5 Trik Ini

Agar Foreplay Tak Membosankan, Pasutri Bisa Coba 5 Trik Ini

Agar Foreplay Tak Membosankan, Pasutri Bisa Coba 5 Trik Ini

 

KLIKQQ || Jakarta, Ciuman dan sentuhan saja bisa membuat foreplay terasa membosankan. Bukannya terangsang, gairah bercinta pasangan suami istri (pasutri) malah bisa hilang dalam sekejap.

Pakar seksologi Lindsey Doe mengatakan 9 dari 10 wanita menikmati foreplay yang bisa membuat mereka mencapai orgasme. Idealnya, foreplay dilakukan minimal 13 menit sebelum penetrasi dilakukan.

“Namun hanya berciuman, berpelukan atau memainkan payudara saja selama 13 menit bisa membuat wanita bosan, yang membuat gairahnya drop, dan menjauhkan orgasme,” tutur Doe, dikutip dari¬†MAXIM.

Doe mengatakan pasutri sebaiknya membicarakan masalah foreplay sebelum bercinta. Dengan begitu, masing-masing pihak akan mengetahui apa saja yang membuat pasangannya terangsang, dan hal apa yang membuatnya ilfil.

Jika masih sama-sama bingung, Doe mengatakan ada setidaknya 5 hal yang bisa dilakukan agar foreplay tidak membosankan:

1. Pijatan di area sensual selain membuat tubuh pasangan rileks, juga bisa membangkitkan gairahnya.

2. Minta pasangan untuk membuka bajunya sendiri dengan seksi, alih-alih Anda yang melakukannya.

3. Mandi bersama juga bisa jadi variasi foreplay unik, di mana Anda bisa saling menyabuni tubuh pasangan.

4. Dansa, dengan iringan musik yang pas dan sentuhan kulit bisa merangsang gairah.

5. Lakukan foreplay sejak pintu masuk rumah, dengan begitu saat mencapai tempat tidur penetrasi bisa langsung dilakukan.

Pengasuh rubrik konsultasi seksologi detikHealth, dr Andri Wanananda, MS, mengatakan variasi foreplay bisa terdiri dari berbagai bentuk. Hal ini tergantung dari prefensi seksual masing-masing individu.

“Ada foreplaynya sederhana tapi dia sudah terangsang, ada yang foreplay pakai skenario, ada yang berlaga umpama dia keluar layar pakai pakaian putri raja atau cleopatra. Nah itu satu adegan yang merangsang fantasi, mungkin lebih lama,” tutur pria yang juga mengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara itu.