Catat! Deretan Pekerjaan Ini Bisa Digantikan oleh Robot

Catat! Deretan Pekerjaan Ini Bisa Digantikan oleh Robot

Catat! Deretan Pekerjaan Ini Bisa Digantikan oleh Robot

KLIKQQ || Jakarta – Pesatnya perkembangan teknologi digital dinilai bisa menggeser atau bahkan menghilangkan sejumlah lapangan pekerjaan di berbagai sektor. Semua itu karena kemudahan yang ditawarkan di era digitalisasi.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan ada sejumlah profesi yang dinilai bisa tergantikan oleh teknologi. Beberapa contoh profesi yang dimaksud ialah petani, penjahit, operator mesin, kasir, buruh, hingga petugas administrasi.

“Dari potensi pekerjaan yang akan hilang, ini boleh dibilang pekerjaan dengan keterampilan yang masih terbatas. Tapi keterampilannya bukan level advance, jadi boleh dibilang level umum,” kata Bambang di Hotel Mulia, Jakarta Selatan, Rabu (21/2/2018).

Bambang mengatakan profesi-profesi yang bisa tergantikan ini merupakan profesi yang tidak membutuhkan kemampuan khusus dalam pekerjaannya. Artinya, tidak dibutuhkan keterampilan khusus dalam menjalani profesi tersebut

“Jadi kesimpulannya jenis pekerjaan yang berpotensi hilang adalah pekerjaan yang tingkat keterampilannya tidak terlalu tinggi,” ucapnya.

Sementara bila dirinci setiap sektor pekerjaan, kata Bambang, ada beberapa yang juga banyak tergantikan oleh mesin atau teknologi canggih yang menggantikan fungsi manusia. Dalam suatu kajian yang diperolehnya, ada sebanyak 52,6 juta pekerjaan di Indonesia akan tergantikan oleh mesin.

“Dengan kata lain ada 52,6 juta pekerjaan yang akan hilang atau yang akan digantikan dengan otomatisasi, otomatisasi itu artinya mesin atau robot, bukan manusia,” tuturnya.

Potensi pekerjaan yang bisa digantikan oleh mesin ialah, di sektor pertanian sebanyak 49% sektor manufaktur 65%, sektor perdagangan ritel 53%, sektor konstruksi 45%, serta sektor transportasi dan pergudangan berkurang sampai 64%. Kemudian ada juga pergeseran ke sektor jasa, dari 43% menjadi 56%.

“Jadi kesimpulannya menghadapi digital ekonomi di mana potensi yang banyak hilang itu keterampilan umum, maka Indonesia membutuhkan pekerja berketerampilan menengah tinggi. Jadi sertifikasi kompetensi akan jadi bermakna, jangan hanya dianggap memberatkan. Justru sertifikasi itu yang akan menyelamatkan, angkatan kerja kita harus skill-nya terampil dan jelas kompetensinya,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *