Ganjil Genap di Tol Bekasi, Puluhan Kendaraan Putar Balik

Ganjil Genap di Tol Bekasi, Puluhan Kendaraan Putar Balik

KLIKQQ ||  Bekasi – Aturan kebijakan pelat nomor kendaraan ganjil genap di ruas jalan Tol Jakarta-Cikampek mulai diterapkan di gerbang tol Bekasi Barat 1 dan Bekasi Timur. Berdasarkan kebijakan tersebut, kendaraan yang diizinkan melintas hari ini pada pukul 06.00-09.00 WIB adalah yang berpelat genap, termasuk nomor kendaraan yang diakhiri angka 0.

Pantauan pada Senin (12/3/2018) pagi, masih ada kendaraan berpelat ganjil yang melintas menuju gerbang tol. Petugas yang berjaga segera memerintahkan untuk berputar balik.

Beberapa pengemudi kendaraan yang berputar balik menyatakan tidak tahu kebijakan ganjil genaptersebut mulai berlaku hari ini.

Menurut keterangan petugas Manajemen Lalu Lintas PT Jasa Marga yang berjaga di lokasi, Cahyanto, sejak kebijakan berlaku pukul 06.00 hingga pukul 06.50 WIB terdapat 65 kendaraan pelat ganjil yang berputar balik di depan gerbang Tol Bekasi Barat. Demikian dilansir dari Antara.

Kendaraan yang tidak dapat melintas di ruas tol Jakarta-Cikampek hari ini diarahkan untuk mengambl jalur alternatif lain.

Tol Jakarta-Cikampek dapat diakses dari gerbang Jatibening dengan rute Bekasi-Cawang-Kampung Melayu.

Dari Kalimalang, kendaraan bisa mengkses jalan menuju tol Tanjung Priok atau lanjut terus hingga Jakarta Timur.

Jalur alternatif lainnya, pengendara bisa mengambil rute Jalan Ahmad Yani – Jenderal Sudirman, kemudian menuju Jalan I Gusti Ngurah Rai atau Jalan Sultan Agung.

Dinas Perhubungan Kota Bekasi menempatkan anggotanya di jalur alternatif tersebut sekaligus memasang petunjuk arah terkait aturan ganjil genap ini.

Solusi Pemerintah

Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Royke Lumowa di Jakarta Selatan, Rabu, 7 Maret 2018 mengatakan, para pemilik mobil pribadi yang tidak bisa melintasi Tol Cikampek karena aturan ganjil genap dapat memarkirkan kendaraannya di Mal Bekasi. Harganya pun relatif terjangkau.

“Parkirnya di mal itu Rp 10 ribu seharian penuh,” ucap dia.

Lalu, bus yang disiapkan pun tidak sembarangan. Bus kelas premium itu dilengkapi dengan AC, Wi-Fi, dan colokan listrik. Pemerintah mematok tarif bus tersebut sebesar Rp 20 ribu.

Tak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan jalur khusus untuk bus tersebut di lajur paling kiri. “Bus itu disiapkan line khusus di lajur kiri. Jadi benar-benar highway-nya direncanakan setiap 10 menit berangkat,” ucap Royke.

Namun untuk sementara waktu, jalur khusus tersebut masih bisa dilintasi kendaraan lain. Sebab, jumlah bus yang disiapkan pemerintah masih sedikit.

“Biar enggak mubazir, karena memang busnya masih terbatas,” tutur Royke.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *