Ingin Kehidupan Seks yang Berkualitas? Lakukan 5 Pose Yoga Ini…

Seks Sehat – Yoga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan dan mental, termasuk peningkatan fleksibilitas serta keseimbangan.

Yoga juga membantu pengaturan otot, meningkatkan energi, dan mengatur penggunaan napas.

Selain itu, yoga membuat kita rileks dan lebih fokus dalam kehidupan sehari-hari,

Kini, para ahli telah menemukan manfaat lain dari yoga. Berdasarkan laporan laman Mademan, yoga ternyata mampu membantu meningkatkan kualitas seksual.

Ayo Daftarkan sekarang juga!!! Rasakan sensasi bermain di KlikQQ dan dapatkan hadiah JACKPOT Jutaan Rupiah hanya di KLIKQQ

Pakar yoga bernama Chris Santa Maria memaparkan beberapa pose yoga yang sangat baik untuk kehidupan seksual.

Berikut lima gerakan yoga yang bermanfaat untuk kehidupan seksual.

1. Pose kursi

Pose kursi

Awali dengan posisis berdiri dan kaki sejajar serta telapak kaki saling menyentuh. Sejajarkan posisi paha, buat tumit menjadi rileks dan lakukan seperempat jongkok.

Posisikan tangan ke arah langit, lengan sejajar dengan telinga. Pandangan harus lurus ke depan dan tahan posisi ini.

Menurut SantaMaria, biasanya tubuh bagian bawah mudah lemah, dan ini akan membuat kita mudah lelah dan tak bisa mempertahankan posisi bercinta.

“Nah pose kursi melatih tubuh bagian bawah agar lebih tahan dan meningkatkan kekuatan inti sehingga kita dapat mempertahankan posisi dan terus berusaha meningkatkan keseimbangan dan mengontrol dengan kaki ditekuk,” ucapnya.

2. Pose High Lunge

Pose High Lunge

Berdirilah dengan kaki selebar pinggang. Geser kaki kanan di depan dan tekuk lutut kanan sehingga berada di atas pergelangan kaki kanan.

Tarik lurus kaki kiri agar memanjang kebelakang dan letakan jari-jemari kiri di lantai. Angkat lengan ke atas dengan telapak tangan saling memengang. Lalu, tahan posisi ini.

SantaMaria mengatakan pose ini melatih kekuatan otot inti, fleksibilitas pinggul, daya tahan, dan keseimbangan dalam satu gerakan.

“Pose ini akan meningkatkan mobilitas pinggul dan daya tahan, sementara kekuatan otot inti berguna untuk kontraksi, yang menambah lebih banyak kekuatan, kontrol, dan jangkauan gerak dari sekitar lutut ke dada,” ucapnya.

3. Pose bridge

Pose Bridge

Pose ini dilakukan dengan posisi terlentang. Lalu, tekuk lutut dan sejajarkan kaki di lantai selebar bahu.

Posisikan tumit sedekat pantat. Rentangkan lengan atau letakan di sisi kita. Dorong tubuh melalui kaki, angkat pantat, pinggul, inti ke arah langit-langit.

Jaga posisi kepala dan bahu agar tetap di lantai. Lalu, tahan pose ini.

SantaMaria mengatakan, ada saat-saat tertentu kita berada di posisi bawah saat bercinta dengan pasangan.

Namun, bagaimanapun juga kita tetap harus membantu pasangan untuk mencapai kenikmatan.

“Pose ini membantu kita meniru gerakan mengangkat tubuh dari lantai sambil berbaring telentang,” ucapnya.

Pose ini membantu pasanga tidak perlu melakukan banyak usaha untuk mencapai kenikmatan karena tubuh kita dan pasangan sama-sama bergerak.

4. Pose kobra

Pose kobra

Lakukan dengan berbaring tengkurap, kaki memanjang di belakang dengan posisi sejajar di atas lantai.

Letakkan tangan di kedua sisi dada dan posisikan siku di samping tubuh. Lalu, dorong ke atas, rentangkan lengan, dan angkat kepala, bahu dan dada dari lantai.

SantaMaria mengatakan pose ini dapat memperkuat punggung bawah dan sangat bagus untuk membantu mengendalikan pernapasan.

“Pose ini memaksa kita untuk bernapas dalam-dalam ketika kita mengangkat dada dari atas tanah setinggi mungkin,” ucapnya.

Selain itu, pose ini juga mampu mengendalikan pernapasan di saat hubungan intim mencapai puncak, dimana momen ini sering menjadi perbedaan antara mengalami klimaks sejati atau kelelahan.

5. Pose chaturanga

Pose Chaturanga

Mulailah dengan posisi plank dan tangan di bawah bahu, kaki memanjang kebelakang, serta jari-jemari di lantai.

Posisikan tubuh dalam garis lurus dari kepala hingga ujung kaki. Letakan siku di sisi tubuh. Setelah itu, tekuk siku hingga setengah dan tahan posisi ini.

Pose ini membantu kita membangun kekuatan inti dan daya tahan tubuh bagian atas untuk dapat menahan diri tanpa merasa lelah.

“Ini akan membantu kita belajar mengendalikan tubuh dan menjaga ritme yang kuat saat melakukan gerakan,” papar SantaMaria.