Fakta-fakta Daging Wagyu Khas Jepang

Fakta-fakta Daging Wagyu Khas Jepang

      No Comments on Fakta-fakta Daging Wagyu Khas Jepang

Siapa yang tak senang jika menyantap daging sapi yang bertekstur lembut dan empuk? Untuk menemukan jawabannya, sepertinya Anda perlu mencicipi daging yang berasal dari negeri Sakura ini.

Namanya Wagyu, penamaan Wagyu sendiri diambil dari bahasa Jepang “Wa” yang berarti Jepang dan “Gyu” yang berartikan daging. Wagyu memang merupakan salah satu daging terkenal asal negeri sakura. Kualitas dagingnya yang tak diragukan lagi membuat cita rasa dagingnya tentu tak kalah lezat.

“Yang membedakan Wagyu Jepang dan Australia itu karakteristik dari cita rasa dagingya. Kalau untuk Japanese Wagyu itu karena tata cara ternaknya spesifik, mulai dari alamnya juga mendukung sehingga memang menciptakan cita rasa daging Japanese Wagyu yang bisa meleleh di mulut,” tutur Masafumi Ishii selaku Duta Besar Jepang untuk Indonesia saat ditemui di wisma Duta Besar Jepang untuk Indonesia di Jakarta Selatan.

Memang daging ini dikenal karena tekstur dagingnya yang lembut dan pola dagingnya yang menyerupai marmer. Pola marmer terebut dihasilkan dari kandungan lemak tak jenuh yang cukup mendominasi. Namun tak perlu ragu karena lemak tak jenuh dari wagyu inilah yang justru menambah nikmat rasa dagingnya.

Chef Hori Ikuo memperagakan cara memasak daging Wagyu di hidangan shabu-shabu. Daging dimasak dengan mencelupkan beberapa kali hingga warna daging berubah menjadi kecoklatan. Daging Wagyu paling mantap jika disantap pada tingkat kematangan medium well.
Chef Hori Ikuo memperagakan cara memasak daging Wagyu di hidangan shabu-shabu. Daging dimasak dengan mencelupkan beberapa kali hingga warna daging berubah menjadi kecoklatan. Daging Wagyu paling mantap jika disantap pada tingkat kematangan medium well.(KOMPAS.COM/Wienda Putri Novianty)

“Jadi ciri khas dari Wagyu Jepang itu adalah dari pola marmer yang dimiliki dagingnya. Pola marmer tersebut dihasilkan dari lemah tak jenuh yang dikandung di daging sapi. Lemak tak jenuh itu yang membuat rasa daging sapi menjadi juicy dan beraroma,” kata Hori Ikuo selaku Chef Kedutaan Besar Jepang di Indonesia.

Lemak tak jenuh yang dimiliki daging menciptakan aroma gurih dan cenderung manis saat memasak daging wagyu itu sendiri. Selain itu, lemak tersebut yang membuat tekstur daging menjadi lembut, empuk dan lumer di mulut.

Untuk menyantap sepotong daging wagyu, sangat direkomendasikan jika dimasak dalam tingkat kematangan medium atau medium well bukan welldone. Ketika daging sapi masih tampak sedikit kemerahan di tengah (bukan darah) makan daing sapi sudah siap santap.

Hal tersebut karena tekstur juicy dan lembut yang dihasilkan dari proses memasak yang tidak terlalu lama akan menghasilkan cita rasa nikmat dari wagyu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *