Tak Harus Menunggu Dewasa, Ini Waktu Terbaik untuk Melakukan Vaksin HPV Agar Terhindar dari Kanker Serviks

Tak Harus Menunggu Dewasa, Ini Waktu Terbaik untuk Melakukan Vaksin HPV Agar Terhindar dari Kanker Serviks

Rata-rata perempuan akan mulai memeriksakan organ reproduksinya saat sudah matang atau saat sudah menikah.

Padahal, melakukan screening organ reproduksi seperti kanker serviks harus dilakukan sedini mungkin.

Pasalnya, gejala kanker serviks seringkali tidak terlihat dan muncul saat stadiumnya sudah tinggi.

“Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang preventable atau dapat dicegah. Salah satu cara pencegahannya adalah dengan vaksin,” ungkap dr. Ivander.

Pemberian vaksin Human Papilloma Virus (HPV) merupakan salah satu upaya proteksi spesifik untuk mencegah kanker serviks.

“Vaksin ini sudah dapat diberikan pada anak perempuan sejak usia 9 tahun,” jelas dr. Ivander.

Pemberian vaksin HPV kepada siswi perempuan diberikan 2 kali, yaitu pada saat kelas 5 SD untuk dosis pertama dan kelas 6 SD untuk dosis kedua.

Pemberian vaksin ini seolah-olah salah satu cara kita untuk “tidak kasih kendor” pertumbuhan kanker serviks.

Hal tersebut lantaran hasil penelitian yang menunjukkan, setelah mendapat imunisasi HPV penerima vaksin masih terproteksi 100% terhadap HPV tipe 16 dan 18 sehingga tidak diperlukan imunisasi ulang.

Vaksin ini juga penting untuk diberikan kepada individu dewasa muda dan dewasa, untuk melindungi diri sendiri dan pasangan di kemudian hari.

Khusus untuk individu yang bersangkutan sudah aktif secara seksual, sebelum melakukan vaksinasi disarankan untuk melakukan deteksi dini terlebih dahulu dengan pemeriksaan thin prep, pap smear, dan IVA.

Salah satu bentuk pencegahan primer lainnya adalah dengan memberikan pendidikan seksualitas yang benar dan berkualitas.

Sangat disarankan pendidikan tersebut diberikan oleh individu yang berkompeten dalam bidang ini.

“Pengenalan kontrasepsi juga penting dilakukan semenjak dini , sebagai bentuk perlindungan terhadap anak-anak dari berbagai penyakit menular seksual dan pernikahan usia dini,” tandas dr. Ivander.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *